Bertemu Yesus: Seorang Wanita Mempercantik Dirinya

Share This

Seorang ibu bermimpi bahwa Yesus akan datang berkunjung ke rumahnya.
Ketika ia terbangun, ia merasa sangat gembira. Ia segera merias dirinya, mencuci dan menata rambut, merawat wajah, bahkan memasak makanan istimewa agar dapat menyambut Yesus dengan sempurna.

Tak lama kemudian, pintu rumah diketuk. Dengan penuh harap ia membukanya, tetapi yang berdiri di sana adalah seorang tetangganya yang meminta bantuan untuk orang sakit. Sang ibu berkata, “Maaf, saya sedang menanti Yesus. Nanti saja ya.”

Beberapa saat kemudian, pintu diketuk lagi. Kali ini saudaranya sendiri yang datang. Ia ingin berbincang dan memperbaiki hubungan yang selama ini renggang. Namun ibu itu menjawab, “Tidak sekarang, saya sedang menunggu tamu penting, Yesus.”

Ketukan ketiga terdengar. Seorang wanita dengan anak kecil yang tampak lapar berdiri di depan pintu, meminta makanan. Dengan berat hati ibu itu menolak, padahal di dapur tersaji hidangan yang disiapkan untuk Yesus.

Hari berganti malam, Yesus yang dinanti tak kunjung datang. Sang ibu tertidur dan dalam mimpinya ia bertemu Elia. Ia bertanya dengan kecewa, “Mengapa Yesus tidak jadi datang?” Petrus menatapnya dan berkata, “Yesus sudah mengunjungimu tiga kali hari ini, tetapi engkau menolaknya.”

Makna untuk Kita:
1. Yesus hadir dalam wujud sesama.
Kita sering menantikan kehadiran Tuhan dengan cara spektakuler,
padahal Ia hadir melalui orang-orang sederhana yang membutuhkan perhatian kita.

2. Kasih yang nyata.
Iman yang sejati selalu diwujudkan dengan tindakan kasih kepada sesama.
Tidak cukup hanya mempersiapkan diri secara lahiriah, tetapi hati juga harus terbuka untuk melayani.

3. Melepaskan ego.
Kita diajak untuk menanggalkan kesibukan dan keegoisan, agar lebih peka terhadap kebutuhan orang lain di sekitar kita.

Penutup
Sahabat terkasih, jangan sampai kita melewatkan kehadiran Kristus hanya karena Ia datang dalam rupa yang tidak kita duga. Tuhan mengasihi semua orang, dan Ia menghendaki kita pun mengasihi tanpa syarat

Matius 25:36: "ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

More Posts

Related Posts

Apakah kedamaian yang sesungguhnya harus kita miliki dalam kehidupan kita? Semua manusia mengimpikan kedamaian. Bahkan ada yang memilih tinggal di desa-desa guna mendapatkan sebuah kebahagiaan

Mengapa Saul dengan cepat ditolak sebagai raja? Kisah Saul itu dramatis dan rumit, menimbulkan pertanyaan tentang cara Allah berinteraksi dengan dia. Kita akan menelaah pengalaman

“Bersukacitalah senantiasa” (1 Tesalonika 5:16) Tuhan bersukacita ketika manusia hidup dalam kebahagiaan. Allah, Sang Bapa yang penuh kasih, tidak pernah menutup jalan bagi umat-Nya untuk