Manusia hidup bukan dari Makanan

Share This

Yesus berkata: Ada tertulis, Manusia hidup bukan dari roti saja. Tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Matius 4:4

Sepertinya adalah sebuah pernyataan yang kontradiktif tentunya. Karen manusia diciptakan dan dirancang untuk memperoleh energy lewat asupan makanan. Tetapi Yesus sampaikan bahwa manusia hidup bukan dari roti saja. Dalam prakteknya, banyak orang menyampaikan kalau kita mau beritakan Firman Tuhan dan orang itu mau menerimanya, kita harus penuhi dulu kebutuhan orang tersebut, baru beritakan Firman Tuhan.

Sehingga pernyataan Yesus sepertinya tidak relevan dalam realita kehidupan sehari-hari. Manusia harus makan dulu, nyaman dan penuhi kebutuhannya baru mau datang kepada Tuhan.

 

Tetapi apakah sesungguhnya Yesus maksudkan bahwa“Manusia hidup bukan dari roti saja”? Apakah Dia bermaksud, bahwa tanpa roti (makanan) pun anda bisa hidup hanya dengar Firman Tuhan selamanya? Padahal saat kita berada di Yerusalem baru pun, Tuhan menyediakan makan bagi kita. Wah 22:2

Mari kita selidiki Maksud pernyataan Yesus yang sebenarnya dengan merujuk kalimat awal, “ada tertulis”.

Ini berarti Yesus mengutip dari ayat yang sudah ada dan Dia kembali menyampaikan kepada orang banyak saat itu.

Dimanakah tertulis ayat tersebut? Mari kita kebelakang sejenak dengan membaca Alkitab kita didalam Ulangan 8:3: “Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.” 

 

Ayat ini berbicara tentang Iman dan kesetiaan. Bagaimana bangsa Israel ditempah selama 40 tahun agar mereka memiliki kerendahan hati dan setia kepada Tuhan.

Bangsa Israel diijinkan lapar oleh Tuhan dalam rangka ujian iman dan pendidikan kerohanian untuk menjadikan mereka sebagai bangsa yang bergantung kepada Tuhan sebagai bagian dari ujian internal. Andrews Bible Comentary, 330.

 

Setia kepada Tuhan bukan karena ada makanan. Tetapi karena mereka mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati (Ulangan 6:5).

 

Tapi bagaiamana mungkin saya setia kepada Tuhan sementara saya tidak memiliki makanan dan disertai kelaparan. Disinilah letak iman yang Tuhan sedang uji. Bahwa iman mengajar kita, ketika aku lapar, aku tau Tuhan tidak pernah meninggalkanku. Ketika lapar, aku akan tetap mengikutiNya, karena aku tau bahwa Tuhan menyediakan terbaik bagi saya.

 

“Manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan.” Bahwa saat anda diperintahkan untuk berjalan, dan dalam perjalanan hidupmu engkau lapar, itu tidak akan membunuhmu sebab Tuhan yang memerintahkan kita dengan ucapannya. Itu berarti Dia menjamin hidupmu 100 persen. Karena Dia sedang mengajar dan mendidikmu; engkau Fokus kepada Tuhan atau kepada makanan yang mengenyangkanmu. Engkau Fokus kepada Tuhan atau kepada kepentingan dirimu sendiri.

 

Ucapan Tuhan atau FirmanNya tidak pernah gagal. Saya boleh katakana kepada Anda, ikut saya kerja hidupmu aman. Tapi belum tentu!

Tapi kalau Tuhan sudah berucap atau berfirman, Ikut aku. Ikut saja, karena FirmanNya menjamin hidup kita walau kita lapar. Dan ketika tiba saatnya menurut ukuran dan waktu Tuhan, Ia segera memberikanmu Roti atau makanan untuk jasmanimu.

 

Jangan taku lapar karena ikut Tuhan. Bagi Tuhan yang engkau khwatirkan kecil. Karena Ia bisa merubah apapaun menjadi makanan. Asal engkau benar-benar setia kepadaNya.

 

More Posts

Related Posts

GMAHK Melati melaksanakan perayaan kesehatan pada hari Sabtu, 31 Januari 2026. Dimulai pada ibadah jam khotbah, Wakil Dep. Kesehatan Ny. N. Simanjuntak menyampaikan Firman Tuhan

Mengapa Saul dengan cepat ditolak sebagai raja? Kisah Saul itu dramatis dan rumit, menimbulkan pertanyaan tentang cara Allah berinteraksi dengan dia. Kita akan menelaah pengalaman

Mazmur 105:3 menegaskan, “Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah hati orang yang mencari Tuhan bersukacita.” Ayat ini bukan sekadar ajakan, melainkan panggilan untuk hidup