
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan, dan bagi beberapa orang hal ini sudah menjadi kebiasaan. Kalau Anda termasuk orang yang suka mengeluh, ketahuilah bahwa kebiasaan mengeluh tidak akan membuat situasi yang Anda hadapi menjadi lebih baik. Sebaliknya, mengeluh justru menguras energi dan menciptakan perasaan negatif yang tidak memberdayakan diri Anda.
Penelitian terbaru bahkan menyebutkan bahwa mengeluh atau membicarakan rasa sakit hanya akan meningkatkan intensitas rasa sakit fisik. Ilmuwan di Friedrich Schiller University Jena, Jerman menemukan bahwa mengucapkan kata-kata ungkapan rasa sakit dapat memicu reaksi pada bagian otak yang menangani rasa nyeri.
Diberitakan dari Times of India, meskipun tidak ada respons fisik langsung, kata-kata negatif yang didengar sebelum mengalami rasa sakit dapat memperburuk sensasi sakit tersebut.
Sebagai contoh, seorang dokter gigi yang menjelaskan tentang proses drilling sebelum melakukannya dapat memperkuat rasa ketidaknyamanan pasien.
Profesor Thomas Weiss yang memimpin penelitian ini mengatakan bahwa kata-kata memiliki kemampuan mengaktifkan “matriks rasa sakit” di otak. Dari hasil pemindaian fMRI pada 16 partisipan, mereka menemukan bahwa otak bereaksi kuat ketika mendengar kalimat bernada emosi negatif seperti tersiksa atau menyiksa.
Awas!
Sering mengeluh, mudah marah, mudah tersinggung, atau mudah sakit hati ternyata bisa membuat Anda lebih rentan jatuh sakit. Ketika sakit, sebaiknya Anda tidak banyak mengeluh, karena membicarakan rasa sakit hanya akan memperburuk rasa sakit itu sendiri.
Bersyukur Mengganti Keluhan
Sebagai manusia, kita sebaiknya tidak membiasakan diri mengeluh atau sakit hati dalam menghadapi suatu peristiwa.
Manusia bisa lebih sehat dengan banyak bersyukur atas karunia dari Sang Pencipta.
Jangan mudah marah, tersinggung, atau sakit hati.
Beberapa tahun terakhir, penelitian yang dimuat di Straits Times (27 November 2009) membuktikan hubungan positif antara rasa syukur dan kesehatan manusia.
Dr. Robert Emmon, profesor psikologi di Universitas California, mengatakan bahwa orang yang memiliki rasa syukur akan memiliki tingkat iri hati, rasa kesal, dan kebencian yang lebih rendah. Mereka juga tidur lebih nyenyak, lebih rajin berolahraga, dan memiliki tekanan darah normal.
Dr. Brenda Shoshanna dari New York menambahkan:
“Anda tidak dapat depresi dan bersyukur pada saat yang sama.”
Latihan Bersyukur
Cobalah latihan ini:
- Tutup mata Anda.
- Tarik napas panjang, tahan sebentar.
- Hembuskan perlahan melalui mulut.
- Buka mata, tersenyumlah, dan pikirkan bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi hari ini.
Lakukan Setiap Hari
Bersyukurlah atas pekerjaan, kesehatan, keluarga, dan apa pun yang Anda miliki.
Semakin banyak bersyukur, semakin mudah hidup Anda, karena pikiran Anda akan lebih fokus pada hal-hal positif dibandingkan terus-menerus mengeluh.
Kalau kita banyak bersyukur atas apa yang dimiliki, kita akan menemukan semakin banyak hal untuk disyukuri. Sebaliknya, jika sering mengeluh atas masalah, maka masalah akan terasa semakin banyak.
Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh ketika berada di sekitar orang yang mengeluh. Responlah dengan positif atau diam saja. Selalu berpikir positif, tersenyum, beraktivitas dengan ikhlas, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Itu semua adalah resep ampuh untuk hidup sehat, ditambah olahraga teratur, makan bergizi, dan istirahat cukup.
Pengaruh Rasa Syukur terhadap Fisik dan Psikologis
Penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur membawa manfaat luar biasa, di antaranya:
Kesehatan Lebih Baik
Orang yang rutin mendokumentasikan rasa syukurnya mengalami lebih sedikit gangguan fisik dan merasa hidupnya lebih baik secara keseluruhan.
Kemajuan Pribadi dalam dua bulan, orang yang membuat daftar “syukur” menunjukkan kemajuan dalam mencapai tujuan pribadi (akademis, hubungan interpersonal, kesehatan).
Peningkatan Kondisi Mental
Membiasakan rasa syukur setiap hari meningkatkan kewaspadaan, antusiasme, kepastian dalam mengambil keputusan, perhatian, dan energi.
Meningkatkan Empati
Orang yang bersyukur cenderung lebih sering membantu orang lain dan memberikan dukungan emosional.
Manfaat bagi Pasien Neuromuskular
Pada penderita penyakit neuromuskular, program rasa syukur selama 21 hari meningkatkan suasana hati, membuat mereka lebih optimis, merasa dekat dengan orang lain, dan tidur lebih nyenyak.
Kesimpulan:
Mengeluh tidak akan memperbaiki keadaan, sebaliknya hanya menambah beban. Rasa syukur, selain membuat hati tenang, juga membawa manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental.
Bersyukurlah!